Pembangunan hari ini, menurutnya, tidak boleh dibayar dengan kerusakan alam yang mengancam masa depan generasi mendatang.
Dalam pembangunan manusia, Pemerintah Provinsi NTT terus memprioritaskan peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, termasuk percepatan penurunan stunting, penguatan layanan kesehatan hingga wilayah terpencil, serta pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
Menutup amanatnya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi lintas sektor dan wilayah, menyatukan perbedaan, serta menjaga semangat gotong royong sebagai jati diri masyarakat NTT.
“Dengan semangat #BetaNTT – Manis dan Bae, Baku Sayang, Baku Jaga, sebagai tagline persatuan diaspora membangun NTT, mari kita berjalan bersama, bekerja dengan hati, dan membangun NTT yang bermartabat, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Hadir pada Upacara ini, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma bersama Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Ny. Vera Christina Asadoma–Sirait, para Pimpinan DPRD Provinsi NTT beserta anggota, unsur Forkopimda Provinsi NTT, pimpinan instansi vertikal, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, pimpinan perbankan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan NGO/LSM, organisasi pemuda dan perempuan, serta ASN, TNI, dan Polri.













