Viktor yang juga politisi Nasdem itu mengajak para Bupati/Walikota untuk merumuskan langkah-langkah konkrit yang dilanjutkan dengan deklarasi Masyarakat Ekonomi NTT.
“Saya ajak, agar pada hari ini, kita rumuskan dan sepakati bersama mendeklarasikan Masyarakat Ekonomi NTT. Kita harus menjadi produsen sekaligus konsumen. Kalau surplus baru ekspor keluar. Utamakan dulu kebutuhan di dalam wilayah NTT sendiri,” tandasnya.
Dia mengatakan tugas seorang Bupati/Walikota kedepan semakin berat. Seorang Bupati/Walikota harus turun langsung ke desa-desa untuk melihat pergerakan Ekonomi di desa, pastikan roda perekonomian berjalan.
“Bupati/Walikota harus lihat pergerakan ekonomi di desa-desa, lihat koperasi-koperasi termasuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), ketemu langsung masyarakat setiap saat, pantau dan control. Sedangkan untuk urusan administrasi perkantoran diserahkan kepada Wakil Bupati/Wakil Walikota,” katanya.
Lebih jauh, dia mendorong para Bupati/Walikota se-NTT untuk bekerja sama secara sinergi membangun perekomian di seluruh wilayah NTT. Pembangunan ekonomi harus menjadi komitmen agar label Provinsi termiskin tidak ada lagi.
“Saya mendorong para Bupati/Walikota untuk bekerja sama secara tersinergi antara Pemprov, Pemkab, Bank NTT, Pelaku ekonomi/koperasi di masing-masing wilayah. Kita harus bangkit, dan keluar dari label sebagai Provinsi termiskin,” tuturnya.














