BATAM-PLN Batam mencatat peningkatan keuntungan hingga Rp 50 miliar per tahun setelah beralih dari solar ke gas sebagai bahan bakar pembangkit. Seluuruh pembangkit listrik di Batam tidak saat ini tidak lagi menggunakan BBM sebagai bahan bakar. Dari 340 MW daya mampu yang tersedia, 110 MW (30%) dihasilkan dari batubara dan sisanya 230 MW (70%) dihasilkan dari gas. “Tahun 2013, saya memulai program CNG gas…karena saat itu kita kelebihan pasokan gas. CNGnya kita gunakan untuk menggantikan bahan bakar pembangkit disekitar Batam yang masih menggunakan solar. Saya bawa ini ke PLN, Pak saya kelebihan gas, mboklah yang disana gantilah dengan gas, loh saya nanti mesti ganti pembangkit, ga usah kata saya, saya kasih pembangkitnya, pembangkit gasnya saya siapin, akhirnya saya ditantang, yaudah kalau bisa cepet, tiga bulan atau empat bulan sudah selesai, kemudian pada tanggal 10 Februari 2014, diresmikan oleh Gubernur disana,” ujar Direktur Utama Direktur Utama Bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura, Kamis (21/8).
“Dengan 6 MW, kita kirim CNGnya kesana, PLN dalam satu tahun dapat menghemat 50 milyar, inikan membantu pemerintah mengurangi konsumsi BBM khususnya di sektor pembangkit, kan subsidi BBM sudah tinggi sekali, kita dapat berkontribusi dalam hal sekecil apapun di Republik ini,” lanjut Dadan.













