Bahkan sejak Pilgub DKI 2012–karena rekam jejak Jokowi yang berhasil memimpin Indonesia selama 5 tahun: 2014-2019, dibanding rekam jejak Prabowo dan keterlibatan tokoh-tokoh intoleran dan radikal, pemain politik identitas dan isu SARA yang mengancam keutuhan dan kebhinnekaan Indonesia, dan beberapa tokoh itu masih ada di sekitar Prabowo saat ini.
Saya tidak sedang melancarkan politik kebencian pada Pak Prabowo.
Saya menghormati beliau sebagai sosok manusia dan tokoh politik, tapi rekam jejak tak bisa dihapus, fakta sejarah tak bisa diingkari, keterlibatan beliau dengan pelanggaran HAM di masa lalu, penculikan aktivis, beberapa dari mereka tak diketahui nasibnya hingga saat ini, sehingga beliau diberhentikan dari TNI, adalah fakta sejarah yang tak bisa dibantah.
Dan hingga saat ini keluarga aktivis yang dihilangkan itu masih menuntut keadilan sampai saat ini.
Kegagalan Food Estate
Saya menghormati Pak Prabowo sebagai menteri di Kabinet Pak Jokowi.
Akan tetapi saya melihat kinerja Pak Prabowo akan menjadi beban di pemerintahan Pak Jokowi terkait dugaan kegagalan food estate yang di bawah Kemenhan (tapi sukses di bawah kementrian yang lain) dan pembelian pesawat bekas dari Qatar, yang saya baca di media: pada era Menhan Pak Juwono Sudarsono tahun 2009 yang tidak mau diberi hibah pesawat-pesawat itu, mau dikasi gratis saja tidak mau, kok sekarang Prabowo malah membeli pesawat bekas itu dengan harga mahal?













