Sebelum ini saya mengenal PSI sebagai ‘rumah politik perjuangan’ yang penuh dengan keberanian, tak gentar menyatakan sikap dan berjuang untuk melawan intoleransi, korupsi, membangun solidaritas kemanusiaan, merawat kebhinnekaan, mempertahankan prinsip-prinsip dan idealisme. Politik Keberanian. Politik Perjuangan.
Namun akhir-akhir ini saya melihat PSI seperti terjebak dalam politik sentimentil, merasa dihina, dilepeh, diludahi, merasa ditolak ‘cinta’nya, ngambekan, terkesan politik “menye-menye”. “Melow”.
Tapi semoga, kesan saya itu, saya keliru.
Namun alasan yang sebenarnya, saya akhirnya memutuskan keluar dari PSI adalah kehadiran Prabowo di DPP PSI dan “tondo-tondo” koalisi PSI dengan Prabowo itu tanpa dibuka terlebih dahulu ruang diskusi dan perdebatan karena terkait nilai-nilai dan prinsip-prinsip sama-sama kita perjuangkan selama ini.
Akhirul kalam, saya tetap mendoakan PSI sukses untuk masa depannya.
Sekian, terima kasih.
Jakarta 5 Agustus 2023
Mohamad Guntur Romli













