Guntur Romli yang juga pejuang kemanusiaan ini menyebut Tengku Zul tidak layak disebut ulama. Zaman Nabi, Tengku Zul ini sama seperti ini, Abu Jahal.
“Tengku Zulkarnain juga tidak layak disebut atau ngaku sebagai ustadz, apalagi disebut ulama, karena dua alasan, pertama dia tidak menguasai keilmuan keislaman, tashrif saja dia salah-salah, ngutip hadits bolak-balik, kedua dia sudah terbukti berkali-kali menyebarkan hoax dan fitnah terus setelah heboh baru minta maaf, kalau cuma modal gamis dan sorban tapi hanya memamerkan kebodohan dan provokasi, zaman Nabi juga ada orang seperti ini, Abu Jahal” pungkas Guntur Romli.
Tengku Zulkarnain mencabut tuduhannya ke pemerintah soal RUU-PKS.
“Setelah mencermati isi RUUP-KS saya tidak menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh Pemerintah untuk pasangan Remaja dan Pemuda yang ingin melakukan hubungan suami isteri,” tulis Zulkarnain dalam akun Twitter miliknya @ustadtengkuzul.
Zulkarnain mengaku ia mendapat masukan yang salah soal RUU-PKS.
“Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf krn mendapat masukan yg salah,” ujarnya














