Sementara itu, Direktur Utama PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Dwi Soetjipto menyampaikan, dalam kurun waktu sembilan tahun, Semen Indonesia telah mencapai berbagai peningkatan. Diantaranya, Semen Indonesia bisa menyelesaikan konflik internal yang terjadi, membangun sinergi sehingga kapasitas dari 15,5 juta ton per tahun menjadi 31,8 juta ton per tahun. Revenue naik dari Rp. 6 trilyun menjadi Rp. 24 trilyun. Laba bersih dari Rp. 500 milyar naik menjadi Rp. 5,4 trilyun. Kekayaan pemegang saham (Market Cap) dari Rp. 10 trilyun naik menjadi Rp. 100 trilyun.
Selain itu, berbagai pengembangan bisnis (business development) telah berjalan. Salah satunya tanggal 8 Agustus mendatang, Semen Indonesia akan memindahkan dan meresmikan kantor PT. Semen Gresik ke Tuban.
Dikatakannya, untuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat, Semen Indonesia akan membangun Universitas Internasional Semen Indonesia dengan 10 program studi, yang persetujuannya turun akhir tahun ini. Rencana lainnya, Semen Indonesia akan membangun Museum Semen Indonesia yang lokasinya berada di dekat cerobong tempat pertama kalinya pabrik Semen Indonesia berdiri tahun 1957. (LITA)















