Menurutnya, politisasi SARA ini sangat tidak sehat bagi bangsa Indonesia. Karenanya, Indonesia damai ini tidak boleh dirusak dengan politisasi agama.
“Masjid Istiqal dan Gereja Katedral berhadap-hadapan. Nggak ada masalah. Jadi, sangatlah aneh jika ada pihak tertentu yang bermain diair keruh dengan berpolitik menjual agama,” ujarnya.
Almuni Universitas Al-Azhar, Mesir Kairo ini menjelaskan sebuah kemunduran kalau agama dipaksa masuk ke ranah politik, terlebih dengan menggunakan cara-cara kekerasan.
“Bayangkan, kampanye Ahok dihadang, pendukung Ahok di Jelambar dikeroyok hingga babak belur, pengobakan gratis dibubarkan. Ini sudah tidak sehat apalagi menggunakan dasar-dasar agama,” ujar sosok yang bisa disapa Gus Mis ini.
Menurutnya, agama itu mulia sehingga sangatlah tidak elegen jika ditarik masuk ke ranah politik. Untuk itu, dia meminta agar agama diletakan pada makhomnya sebagai jalan kebenaran dan kebajikan.
“Dan jangan rendahkan agama untuk tujuan politik,” pintanya.
Lebih lanjut dia berharap agar rakyat Indonesia menjadikan demokrasi sebagi instrumen untuk membawa bangsa dan negara ini lebih baik.
Apalagi, demokrasi yang ada sekarang ini mahal sekali karena diraih dengan perjuangan berdarah-darah.














