Selain itu ujarnya, peraturan tahun kendaraan yang bisa masuk ke kawasan-kawasan tertentu di DKI Jakarta juga perlu disiapkan kebijakannya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa ini juga menyinggung soal CSR Lingkungan dan Kebijakan Pajak bagi Perusahaan Otomotif.
Menurutnya, pemerintah Indonesia juga perlu mengkaji perubahan pajak bagi perusahaan-perusahaan otomotif yang pasarnya besar di Indonesia, terutama di sekitar area Jakarta.
“Ini akan mendorong perusahaan-perusahaan otomotif tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar semata, tapi juga ada tanggungjawab sosial dan lingkungan,” kata Nabil Haroen.
Dia juga menyikapi kebijakan Work from Home bagi karyawan atau para pekerja akibat tingginya polusi udara di Jakarta.
Wakil Ketua Umum PB IPSI ini menegaskan kebijakan itu tidak cukup, harus ada kebijakan yang mendorong perubahan fundamental.
“Saya mengapresiasi langkah cepat untuk mengamankan karyawan-karyawan atau pekerja dari ancaman polusi. Tapi, harus ada langkah taktis, untuk mengurangi polusi. Harus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan juga mengurangi polusi dari industri di kawasan sekitar Jakarta, dan meningkatkan penanaman pohon-pohon di kawasan-kawasan untuk menyegarkan lingkungan,” katq Nabil Haroen.












