Di sinilah ia merancang sebuah jenis bisnis baru. Ia berpikir bahwa, batu bara yang dikirim oleh para produsen ke pelabuhan batu bara (yang berada di muara Sungai Mahakam), biasanya tidak semuanya diterima oleh para pembeli.
Biasanya ada yang ditolak dan harus diganti oleh produsen. “
Sebagai contoh, misalnya pesanan pembeli 10.000 ton. Tapi setelah diperiksa yang layak ternyata hanya 8.000 ton. Mau tidak mau si produsen akan mencari 2.000 ton lagi untuk menggenapi jadi 10.000 ton.
Mereka punya dua pilihan balik ke hulu Mahakam yang berarti makan biaya dan waktu (sedikitnya 20 jam), atau membeli di terminal terdekat. Nah, di sinilah fungsi terminal Ambalut dan Balik Buaya.
“Di terminal ini, ke depan akan saya sediakan banyak batu bara dalam beberapa jenis kalori. Para produsen itu bisa membeli kepada kami, meski harganya lebih mahal sedidikit, tapi mereka hemat waktu untuk memenuhi kekurangan kargo mereka. Ini bisa menjadi super market batubara,” jelas Honardy.
Dalam kerja kerasnya, Honardy tidak hanya berorientasi pada diri sendiri. Pelayanan atau pemenuhan kebutuhan hidup orang lain selalu menjadi orientasinya.
Untuk itu ia selalu berusaha memperluas usahanya agar semakin banyak orang yang dapat ia pekerjakan dan semakin banyak pula orang mengalami hidup layak.












