JAKARTA-Industri pariwisata nasional mengalami kerugian besar akibat wabah Virus Corona (Covid-19). Bahkan pemerintah memprediksi kerugian mencapai Rp7 Triliun.
“Pelaku UMKM Pariwisata paling merasakan dampak dari merebaknya virus corona, memang sebaiknya, bagi pelaku UMKM yang punya kredit di perbankan diberi kelonggaran dalam membayar utang-utang atau relaksasi terhadap kewajiban mereka di perbankan,” kata anggota Komisi XI DPR Fauzih Amro di Jakarta, Kamis (5/3/2020).
Menurut anggota Fraksi Partai Nasdem, sepinya wisatawan baik lokal maupun wisatawan mancanegara membuat omset dan pendapatan UMKM pariwisata ini ikut turun dratis. Sehingga kesulitan untuk membayar kredit di bank.
“Perlu ada kebijakan dari pemerintah dan perbankan memberikan stimulus ekonomi agar ekonomi dalam negeri tetap berjalan, jangan sampai terjadi PHK besar-besaran,” tambahnya.
Disisi lain, lanjut Fauzih, pemerintah juga mesti mencari solusi alternative agar bisnis UMKM tetap bergerak, misalnya dengan mendorong UMKM go digital dan sebagainya.
“Karena pasca merebaknya virus corona, orang akan lebih banyak belanja atau memesan makanan dan kebutuhan lainnya via online,” terangnya lagi.
Padahal, sambungnya, UMKM memegang peranan penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia, pada 2016 sektor UMKM mendominasi 99,9% unit bisnis di Indonesia.














