JAKARTA-Indonesia tidak punya pilihan selain siap menghadapi pasar bebas Asia-Pasifik di masa mendatang dan harus terus melakukan pembenahan diri untuk menujudkannya. Kesimpulan ini terungkap dalam workshop “Free Trade Area of the Asia Pacific (FTAAP)” yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan.
Workshop ini digelar menjelang pertemuan tingkat Menteri Perdagangan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) pada Mei 2015 mendatang di Boracay, Filipina, yang diselenggarakan guna menyiapkan strategi dalam menghadapi realisasi kawasan perdagangan bebas Asia Pasifik FTAAP yang terus bergulir di forum kerja sama APEC. “Workshop ini diharapkan dapat menjadi forum pembelajaran penggugah, menyamakan persepsi bagi kalangan pemerintah, asosiasi dan akademisi, serta meningkatkan pemahaman yang sama dalam menghadapi dinamika ekonomi menghadapi era pasar bebas, khususnya FTAAP,” ujar Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Diplomasi Perdagangan Sondang Anggraini.
Pembentukan FTAAP telah menjadi cita-cita APEC sejak 2006 untuk mengatasi dampak negatif meningkatnya Regional Trade Agreement (RTA) maupun Free Trade Agreement (FTA) di kawasan regional Asia Pasifik. Pada KTT APEC November 2014 lalu, pemimpin APEC menyepakati upaya mewujudkan FTAAP, ‘from vision to reality’. “Bagi sebagian pihak, penerapan FTAAP dipercaya dapat lebih mendorong peningkatan perekonomian di kawasan APEC melalui kemudahan dan keterbukaan berbagai akses ekonomi. Di sisi lain, persaingan di sektor usaha juga akan semakin meningkat,” ujar Sondang.















