Darmayanti menambahkan generasi milenial juga harus berpartisipasi dalam politik. Sebab, dengan jumlah yang besar dalam demokrasi bisa menjadi penentu hasilnya. Contohnya, partisipasi milineal di Pemilu 2019 lalu yang cukup besar.
Maka dari itu, setiap generasi milenial yang terjun dalam strategi kekuasaan (pemerintah) harus bergerak terlebih dahulu di organisasi.
“Tidak bisa tiba-tiba langsung muncul untuk masuk ke politik. Sumber daya manusia generasi milineal harus profesional. Ke depan bukan hanya tentang gerakan, tetapi integritas, kepemimpinan dan bagaimana berpolitik di negeri ini. Mengasah kemampuan untuk belajar learning by doing, serta mengoptimalkan penggunaan gadget yang bermanfaat bukan untuk menyebar hoaks,” ujarnya.
Sementara potisi Partai Demokrat, Dr Masdar Limbong, menuturkan segmen generasi milineal menjadi segmen yang menarik bagi kalangan politisi untuk digerakkan dalam rangka mendapatkan kekuatan pertarungan politik.
Sistem kebebasan berpolitik menjadi menarik bagi generasi muda dan remaja. Pergerakan politik juga cepat karena pengaruh media sosial.
“Seiring dengan berkembangnya teknologi, generasi milineal khususnya di perkotaan mobilitasnya menggunakan media sosial. Walaupun masyarakat pedesaan juga sudah mulai melakukan karena jaringan akses Internet yang luas,” ujarnya.













