JAKARTA – Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi, menegaskan bahwa keserakahan bukan sekadar kelemahan moral pribadi, tetapi juga bom waktu yang dapat menghancurkan sendi-sendi negara.
Ia mengingatkan, keserakahan adalah racun yang bekerja perlahan, meruntuhkan martabat individu, merobek persatuan, dan menjatuhkan kehormatan bangsa di mata dunia.
“Keserakahan itu seperti api yang merambat dari dalam, diam-diam membakar hingga habis tanpa tersisa,” kata Haidar Alwi.
Menurutnya, penyakit ini tidak hanya merusak kepercayaan sosial, tetapi juga melemahkan posisi tawar Indonesia di kancah internasional.
Dalam persaingan global yang semakin ketat, keserakahan di dalam negeri adalah titik lemah yang dapat dimanfaatkan pihak luar untuk mengendalikan atau mempengaruhi kebijakan nasional.
Peringatan yang Tak Pernah Kadaluarsa
Mengutip pesan Ali bin Abi Thalib, Haidar Alwi menyampaikan, “Orang yang hanya berpikir bagi kepentingan perutnya saja, maka harga dirinya serupa dengan apa yang keluar dari isi perutnya.”
Bagi Haidar Alwi, ini adalah peringatan keras yang tetap relevan meskipun berusia lebih dari seribu tahun.
Ia melihat gejalanya jelas di Indonesia hari ini, dari korupsi mega-proyek, penyalahgunaan jabatan, hingga monopoli usaha yang menekan rakyat kecil.














