JAKARTA-Ketua Indonesia e-Commerce Association (idEA) Bidang Ekonomi Bisnis, Ignasius Untung menilai Indonesia tengah berada dalam situasi transformasi, dari konvensional menjadi digital ekonomi (e-commerce).
Secara jelas, terlihat konsumen sudah mulai beralih kepada transaksi online, sehingga membuat banyak ritel konvensional memutuskan untuk tutup.
“Memang digital ini satu kekuatan yang tidak terabaikan,” kata Untung dalam Seminar Utama Hari Oeang dengan tema “2030: Menjadi Kekuatan Baru Ekonomi Dunia Melalui Transformasi Digital dan APBN yang Berdaya Saing” di Aula Dhanapala Kantor Pusat Kementerian Keuangan seperti dikutip dari laman kemenkeu.go.id Jumat (27/10).
Menurut Untung, fenomena ini dikarenakan adanya perubahan pola hidup masyarakat seiring dengan berkembangnya teknologi. Dengan teknologi, para pelaku usaha e-commerce mulai menjamur di Indonesia.
Tidak hanya pada pusat perbelanjaan, Untung mengungkapkan, hampir seluruh sektor sudah mulai menyediakan platform digital ekonominya. Seperti transportasi hingga pembelian tiket.
“Transportasi juga seperti Bluebird, Express sudah kewalahan hadapi Uber dan Gojek,” jelasnya.
Dari 262 juta penduduk Indonesia, 132,7 juta pengguna atau 51% masyarakatnya pengguna internet, sekitar 106,0 juta pengguna media sosial, dan pengguna aktif telepon genggam sebanyak 92,0 juta atau sekitar 35%.














