Berdasarkan pantauan Kemendag di 33 ibukota provinsi, harga bawang merah cenderung menurun berkisar antara 3.61% – 45.45% dengan penurunan tertinggi di Medan dan terendah di Surabaya. Sementara kenaikan harga masih terjadi di Manokwari, Jayapura dan Gorontalo. Harga rata-rata bawang merah secara nasional pasca lebaran Idul Fitri 2013 mengalami penurunan per 23 Agustus 2013, kecuali di beberapa Kawasan Timur Indonesia seperti Gorontalo, Manokwari dan Jayapura.
Sementara itu, Kabupaten dan Kota Tegal yang merupakan sentra tanaman bawang merah terutama di Kelurahan Krandon dan Kelurahan Kalinyamat Kulon di Kecamatan Margadana, memiliki luas areal tanaman bawang merah sebesar 191 hektar dengan total produksi setahun kurang lebih 1.834 ton dengan dua kali musim tanam. Musim panen pertama pada bulan Agustus dan panen kedua bulan Desember, sedangkan Januari s/d Mei ditanami padi.
Sementara, untuk biaya produksi bawang merah saat ini dari mulai olah tanah sampai dengan panen mencapai Rp. 120 juta per hektar dengan biaya paling mahal adalah pembelian bibit dan obat-obatan/pestisida. Jika dalam satu hektar menghasilkan 9.500 kg, maka harga pokok produksi sebesar:Â Rp. 120.000.000 : 9.500 kg = Rp. 12.631 /Kg.













