Artinya penurunan harga BBM sia sia saja katena tidak dinikmati oleh rakyat akan twtapi dinikmati oleh pemilik kendaraan yang kelas sosial ekonominya menengah keatas. Selain itu juga bahwa harga BBM murah akan menghambat pwngembangan energi batu terbarukan.
Berkaca dari dua hal diatas dimana harga BBM murah ternyata tidak mampu menurunkan harga bahan pokok serta menghambat pengembangan EBT, tentu pemerintah harus jadikan ini sebagai faktor yang utama untuk menentukan harga jual BBM. Pemerintah harus merubah regulasi disektor ini, tetapkan harga BBM Flat mengacu pada perhitungan yang berbasis kepentingan nasional dan tidak berbasis pada harga minyak dunia. Karena sangat penting untuk mengembangkan energi baru sebagai pengganti energi fosil yang akan habis. Maka itu, kami usulkan kepada pemerintah sebelum latah memutuskan penurunan harga BBM untuk April nanti, sebaiknya perbaiki regulasinya, tetapkan harga BBM yang menguntungkan dan didalam koridor kemampuan daya beli masyarakat. Yang penting, pemerintah menempatkan keuntungan tersebut pada pos stabilisasi harga BBM dan dan pengembangan energi baru. Tidak perlu latah mengikuti harga pasar yang justru buruk bagi bangsa.
Penulis adalah Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Tinggal di Jakarta












