JAKARTA – Manajemen PT Hero Global Investment Tbk (HGII), memasang harga penawaran umum perdana saham atau IPO (initial public offering) sebesar Rp200 per unit. Dari IPO tersebut, emiten yang menjalankan aktivitas perusahaan holding di bidang energi baru terbarukan itu berhasil mendapatkan tambahan dana sebesar Rp260 miliar.
Menurut prospektus tambahan IPO saham yang diumumkan di Jakarta, Jumat (03/1/2025) disebutkan, penawaran umum 1,3 miliar saham HGII bernominal Rp25 per unit ke publik dimulai pada hari ini, Jumat 3 Januari 2025 sampai dengan 7 Januari 2025. Penjatahan, dan distribusi saham HGII secara elektronik dilakukan pada 7 dan 8 Januari 2025. Sedangkan pencatatan saham Hero Global Investment (HGII) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Januari 2025.
Jumlah saham yang ditawarkan HGII tersebut mencapai 20% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO saham. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek tersebut adalah PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT UOB Kay Hian Sekuritas.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emis akan digunakan untuk tiga keperluan. Pertama, sebesar 66% akan digunakan oleh Perseroan untuk melakukan setoran modal kepada Perusahaan Anak, yaitu PT Siantar Sitanduk Energi (SSE), dan kemudian akan digunakan oleh SSE sebagai belanja modal dan sebagai modal kerja.











