Menurut Askolani, efek penurunan ICP dan dikurangi dengan pelemahan nilai tukar rupiah, hanya menurunkan defisit anggaran 2014 sebesar Rp 200 miliar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat rata-rata ICP Januari-September 2014 sebesar US$ 104 per barel, lebih rendah dibandingkan target US$ 105 per barel. Dengan tren harga minyak yang melemah, ICP hingga akhir tahun ini semakin menjauh dari target. (ek)













