“Pengelolaan air adalah urusan kita bersama termasuk masyarakat sebagai pemakai air. Oleh karena itu kita wajib melestarikan keberadaan sumber air, seperti tidak membuang sampah ke sungai,” pesan Menteri Basuki.
Untuk itu menurut Menteri Basuki, pemilihan Duta Hari Air yang diadakan setiap tahunnya sejak 2018 merupakan bagian dari upaya non struktural dalam pengelolaan Sumber Daya Air (SDA), disamping upaya struktural yang dilakukan Pemerintah seperti pembangunan Bendungan dan Embung.
Acara pemilihan Duta Hari Air diperuntukkan bagi SMA, SMK sederajat di Jabodetabek. Momen ini dilakukan agar para milenial atau generasi Z bisa berkampanye dan mensosialisasikan mengenai mengelola sumber daya air.
Para milenial juga diharapkan dapat membawa pesan positif kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian sumber daya air.
“Pemilihan duta air, mendorong upaya kultural pengelolaan SDA kita. Diharapkan generasi milenial jadi duta kultural dalam konservasi sumber air. Kenapa generasi milenial, karena milenial inilah pemilik dunia masa depan. Dan masa depan dunia tidak bisa lepas dari urusan air,” kata Menteri Basuki.
Dalam rangka konservasi air, Kementerian PUPR pada kurun waktu 2015-2019 telah menyelesaikan berbagai infrastruktur bidang Sumber Daya Air dengan pembangunan sebanyak 61 bendungan dimana 16 bendungan telah selesai, 1 juta jaringan irigasi baru, dan 1.212 embung diantaranya Bendungan Rotiklot di NTT, Daerah Irigasi Leuwigoong di Kabupaten Garut, dan Embung Giriroto di Kabupaten Boyolali.














