Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai wali amanat. Obligasi HRTA tersebut telah mendapatkan peringkat dAAAcg (Triple A, Corporate Guarantee) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo.
Sekedar informasi, pada 2024, HRTA membukukan laba yag dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp442,18 miliar, tumbuh 44,59% jika dibandingkan Rp305,80 miliar pada tahun 2023.
Sementara penjualan bersih emiten beraset Rp5,95 triliun per Desember 2024 itu meningkat 41,77% menjadi Rp18,23 triliun pada 2024,dari Rp12,85 triliun pada tahun 2023.














