JAKARTA-Keputusan Amerika Serikat menerapkan tarif sebesar 32% terhadap semua produk Indonesia, yang masuk ke pasar AS mulai 1 Agustus 2025 mendapat reaksi keras DPR.
Oleh karena itu, pemerintah harus bekerja lebih keras lagi melakukan lobi terhadap AS, selama satu bulan ini guna menurunkan tarif bea masuk.
“Yang jelas, kita tidak boleh melupakan pasar ekspor ke AS yang sudah ada, karena tidak mudah membuka pasar ekspor (market) yang baru,” kata Anggota Komisi VI DPR Firnando Hadityo Ganinduto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/7/2025).
Politisi muda Partai Golkar ini meminta pemerintah tidak menyerah begitu saja. Artinya, negosiasi harus dilakukan secara terus menerus dan tidak ada batas waktu.
“Kita tetap menginginkan agar tarif bea masuk itu tetap rendah, karena soal tarif ini menjadi sesuatu yang penting bagi industri nasional berorientasi ekspor terutama ke AS, karena setiap satu persen pun sangat berarti,” ungkapnya lagi.
Meski Indonesia punya opsi lain, yakni kekuatan pasar BRICS, kata Nando-sapaan akrabnya, namun pasar ekspor ke AS ini harus menjadi dijaga dan menjadi perhatian serius, sehingga ekspor Indonesia bisa terus berkembang.
“Dari hasil negosiasi, yang penting kita jangan sampai terpukul dengan industri lain atau kebijakan- kebijakan lainnya. Artinya, pemerintah harus bekerja keras untuk saling mendapatkan win-win solution, soal kebijakan tarif tersebut,” terang Legislator dari Dapil Jateng I.













