Sementara itu, lanjut dia, kinerja hasil underwriting di 2019 meningkat 28 persen (y-o-y) dari Rp720,7 miliar menjadi Rp922,2 miliar.
Pada induk perusahaan, kinerja hasil underwriting juga meningkat, yakni sebesar 18,9 persen menjadi Rp656,9 miliar.
“Untuk meningkatkan hasil underwriting, kami telah melakukan pemetaan akun-akun yang memiliki hasil underwriting yang baik untuk dipertahankan. Kami juga memaksimalkan kapasitas retensi untuk risiko-risiko baik tersebut,” ucap Indra.
Khusus untuk produk kendaraan bermotor (motor vehicle) memberikan kontribusi pertumbuhan yang signifikan.
Premi dari produk kendaraan bermotor di 2019 meningkat 125,5 persen (y-o-y) menjadi Rp204,2 miliar, sedangkan hasil underwriting-nya meningkat 85,4 persen menjadi Rp45,8 miliar di 2019.
Indra mengatakan, peningkatan tersebut sejalan dengan implementasi strategi TUGU dalam mengembangkan sektor ritel melalui produk unggulan kendaraan bermotor roda dua, yakni “t ride” dan kendaraan bermotor roda empat “t drive”.
Dia menambahkan, peningkatan bisnis ritel yang mencapai dua kali lipat tersebut telah menjadikan Tugu Insurance sebagai Top 20’s dari perusahaan asuransi yang berfokus pada bisnis ritel kendaraan bermotor, dari sebelumnya berada pada peringkat Top 40-50‘s.













