JAKARTA – Bank Indonesia (BI)memastikan ketahanan perbankan tetap kuat dan mendukung stabilitas sistem keuangan.
Hal ini tercermin dari kondisi permodalan bank yang terjaga pada level tinggi, likuiditas perbankan tetap memadai dan risiko kredit rendah.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Junanto Herdiawan menguraikan dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Juni 2025 tetap tinggi sebesar 25,81% sehingga masih mampu untuk menyerap risiko.
Sementara itu, likuiditas perbankan juga terjaga yang tecermin dari tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,08% pada Juli 2025.
Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan terjaga rendah sebesar 2,22% (bruto) dan 0,84% (neto) pada Juni 2025.
Hasil stress test BI juga menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat, ditopang oleh kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga.
“Ke depan, BI terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko ekonomi global dan domestik yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan,” pungkasnya.














