Dalam pidatonya, Hasto mengisahkan kembali pengalamannya menelusuri mata air Sungai Ciliwung atas permintaan Ketum Megawati pada 2012. Ia menyebut peristiwa itu sebagai simbol pentingnya menjaga sumber kehidupan. “Kami menanam pohon beringin putih di sumber mata air itu. Itu jawaban atas pertanyaan Ibu Mega tentang dari mana Ciliwung bermula,” katanya.
Hasto meminta seluruh struktur partai di Jawa Barat menjadikan sungai sebagai halaman depan kehidupan. “Citarum, Ciliwung, sungai-sungai itu sejarah peradaban kita,” ujarnya.
Menurutnya, Jawa Barat memiliki keindahan alam yang selama ini menjadi sumber inspirasi pemikiran besar, termasuk bagi Bung Karno. Hasto mengatakan kontemplasi Bung Karno tentang bangsa tidak terlepas dari interaksinya dengan alam Jawa Barat. “Keindahan alam raya ini memunculkan gagasan besar tentang Indonesia Raya,” katanya.
Di hadapan peserta Konferda, Hasto juga menyampaikan pesan Megawati, yakni agar kader PDIP tidak meninggalkan sejarah perjuangan (Jas Merah) dan tetap menjaga spirit ideologis. Namun ia menegaskan bahwa perjuangan masa kini harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kalau kita rajin merawat bumi ini, maka keyakinan Bung Karno dan Ibu Mega, alam pun akan mencintai kita,” ujar Hasto.















