Sebelumnya, perseroan memiliki lima kapal, yaitu MV Habco Polaris, MV Habco Pioneer, MV Habco Carina, MV Habco Aquila dan kapal MV Habco Ankaa.
Dari tujuh armada bulk carrier milik perseroan, total kapasitas angkut mencapai 367.122 deadweight tonnage (DWT).
Andrew mengatakan, penambahan armada HATM sebagai upaya perseroan untuk memenuhi permintaan para pelanggan di tengah besarnya potensi pasar pada industri transportasi laut pengangkut komoditi curah.
Sementara itu, sebesar Rp100 miliar dari alokasi dana capex di 2025 akan dimanfaatkan untuk pemeliharaan kapal.
“Sebesar Rp100 miliar dana capex kami alokasikan untuk docking dan kami juga akan melakukan pemugaran lima unit kapal kami,” ujar Andrew.
Pada tahun lalu, lanjut dia, HATM menganggarkan capex docking sebesar Rp34,5 miliar, dengan realisasi penggunaan senilai Rp29,3 miliar.
Menurut Andrew, konsisten perseroan dalam melakukan pemeliharaan kapal tersebut bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional.
Dia menyampaikan, kondisi armada yang selalu prima telah berhasil mendorong pertumbuhan volume pengangkutan muatan di sepanjang 2024 hingga sebesar 36,4 persen (y-o-y) menjadi 5,92 juta metric ton (MT), dengan perolehan pendapatan mencapai Rp748,2 miliar atau melonjak 30 persen (y-o-y).















