“Ia (Prabowo) pasti mempertanyakan kepada tiga menterinya tersebut mengapa lebih dulu tahu rakyat ketimbang jajarannya,” ungkap Hensa.
Selain itu, Hensa juga menyoroti pelaksanaan konferensi pers Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq terkait permasalahan tambang nikel di Raja Ampat yang digelar di Hotel Pullman, Jakarta Selatan, Minggu (8/6/2025).
Menurutnya, pilihan lokasi tersebut tidak tepat, terutama di tengah isu efisiensi anggaran yang tengah digalakkan pemerintah.
“Seharusnya konferensi pers tersebut cukup dilakukan di kantornya saja, tidak perlu di hotel bintang lima,” kata Hensa.
Ia menilai, Hanif seharusnya lebih peka terhadap kondisi efisiensi anggaran yang menjadi salah satu fokus pemerintahan saat ini.
Menurut Hensa, menggelar acara di hotel mewah dapat memunculkan pertanyaan dari publik mengenai urgensi dan relevansi pengeluaran tersebut.
“Harusnya, Menteri Lingkungan Hidup mengerti kondisi efisiensi ini sehingga tidak mengundang pihak lain bertanya terkait urgensi mengadakan konferensi pers di hotel bintang lima di tengah efisiensi yang digalakkan oleh pemerintah,” tambahnya.
Hensa berharap ke depannya pemerintah dapat lebih responsif terhadap isu-isu yang dibicarakan publik.














