JAKARTA – Sosok H. Hercules Rozario Marshall kembali menjadi perhatian publik. Ketua Umum GRIB Jaya yang dikenal karena kepemimpinannya dan perjuangan sosialnya itu kini resmi dianugerahi gelar Abah Maung dan diangkat sebagai Dewan Kehormatan Majelis Taqlim Makam Kramat Ki Gede Tubagus Angke dalam acara haul ke-498 Pangeran Jayakarta atau Ki Gede Tubagus Angke pada Minggu (22/6) malam.
Ini bukan sekadar gelar kehormatan biasa. Gelar Abah Maung, yang dalam budaya Betawi dan Sunda berarti “sang penjaga” atau “pelindung”, merupakan bentuk pengakuan atas keteguhan, keberanian, serta kepedulian sosial H. Hercules.
Gelar ini lazimnya disematkan pada figur yang diyakini mampu menjadi pengayom lahir dan batin bagi masyarakat.
Menggenggam Jejak Sejarah: Pangeran Jayakarta Kedua
Makam Kramat Ki Tubagus Angke, tempat berlangsungnya penobatan, menyimpan jejak penting dalam sejarah Jakarta. Ki Gede Tubagus Angke dikenal sebagai Pangeran Jayakarta Kedua, menantu dari Fatahillah—sang penakluk Sunda Kelapa yang mengganti namanya menjadi Jayakarta pada 1527.
Sebagai tokoh utama dalam penyebaran Islam dan pemerintahan lokal, Tubagus Angke tak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga spiritual yang masih hidup hingga kini.















