JAKARTA – Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Herman Khaeron, menyampaikan harapan besar terhadap arah kebijakan pangan nasional.
Ia menegaskan, ketahanan pangan adalah soal hidup-matinya bangsa, bukan sekadar urusan teknis atau proyek tahunan.
“Pangan adalah hajat hidup seluruh rakyat Indonesia. Bung Karno pernah bilang ini adalah mati hidupnya suatu bangsa. Maka, kita tidak boleh main-main dengan urusan pangan,” ujar Herman di sela-sela agenda agenda audiensi BAKN dengan Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (DPP MPPI) di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (22/4/2025).
Demi mencapai kedaulatan dan kemandirian pangan sebagaimana diamanatkan dalam UU Pangan Nomor 18 Tahun 2012, menurutnya harus ada empat pilar utama yang harus diperkuat.
Di antaranya pertanian, air, benih, dan pupuk.
Akan tetapi, ia menilai kesiapan negara untuk memastikan keberlanjutan keempat pilar tersebut, khususnya benih unggul, masih jauh dari harapan.
“Kalau lahannya makin sempit, maka benih harus unggul. Kalau air terbatas, maka inovasi harus dimaksimalkan. Kita tidak bisa business as usual lagi,” tegas Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.
Di sisi lain, Herman turut menyinggung pentingnya regulasi dan anggaran yang mendukung sektor perbenihan nasional.














