Ia menjelaskan saat dirinya menjabat sebagai pimpinan Komisi IV DPR RI, pada periode sebelumnya, anggaran Rp3 triliun dialokasikan setiap tahun untuk memperkuat sistem perbenihan.
Namun kini, ia melihat ada kemunduran, baik dari sisi regulasi maupun dukungan teknis terhadap riset benih unggul.
“Benih unggul bukan sekadar biji yang ditanam. Ia hasil dari riset panjang, persilangan, dan perlakuan khusus agar tahan terhadap cuaca ekstrem, hama, dan bisa menghasilkan panen melimpah,” katanya.
FONDASI PEMBANGUNAN
Oleh karena itu, Anggota Komisi VI DPR RI itu mendorong Presiden Prabowo Subianto menjadikan sektor pertanian sebagai fondasi pembangunan nasional.
Menurutnya, latar belakang Prabowo Subianto sebagai mantan Ketua Umum HKTI adalah modal besar untuk memahami langsung masalah dan potensi sektor pertanian Indonesia.
“Saya yakin, dengan pengalaman dan komitmen beliau, ini adalah momentum untuk benar-benar meletakkan dasar kebijakan pangan yang berkelanjutan dan berpihak pada petani,” ucapnya.
Ia pun mengingatkan agar para pembantu presiden, khususnya para menteri terkait, tidak hanya menyajikan laporan yang ‘asal bapak senang’, tapi memberikan masukan strategis dan faktual agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.














