Seorang Handry Satriago—almarhum adalah orang Indonesia yang jadi bos General Electrics—contohnya.
Kak Hermien bertanya kepada saya sampai soal mood dan kesukaan Handry yang saya tahu.
Sebagai persiapan untuk mewawancarainya untuk Majalah TEMPO. Kebetulan saya pernah menulis tentang sang CEO di rubrik Sehari Bersama di Koran TEMPO Minggu.
Hasilnya, dari pengakuan Handry, dia suka dengan garapan di Majalah. Sementara di Koran, Handry menilai ada beberapa kekurangan. Bukan data, tapi bagaimana cara dirinya diprofilkan.
Ecep S Yasa, pemimpin redaksi portal berita TVOne pernah bercerita. Ditanya setiap hari apakah sudah makan, minum vitamin, dan istirahat cukup.
Setiap hari Ecep dipantau karena sedang intensif melakukan investigasi di pedalaman sebuah provinsi.
Tentang kejahatan di daerah itu. Ini spesialisasi TEMPO. Panduan dari HYK membuat tulisan Ecep di rubrik Investigasi jadi pujian seisi newsroom.
Setelah tulisan itu, polisi baru bergerak, berlaku menumpas kejahatan.
*
Kak HYK, dan kak Hermien adalah panggilan kami para bocil di TEMPO.
Bocil, karena memang jam terbang kami perbedaannya jauh sekali terbentang. Kakak sudah ke sana kemari di masa Orde Baru, kami masih mahasiswa.
Kak HYK berada dalam naungan Pak Fikri Jufri di Majalah Matra. Untuk Pak FJ ini pun saya angkat topi.













