Dengan demikian kata Hidayat, pihaknya meminta media massa mau mendengar, mengevaluasi dan mengoreksi diri serta meminta maaf bagi MetroTV kepada WI dan Pak Zaitun Rasmin sendiri selaku pimpinan tertinggi organisasi Islam tersebut. “Jadi, media perlu koreksi diri dan meminta maaf kepada Pak Zaitun Rasmin,” imbuhnya.
Seperti diketahui organisasi Islam WI merasa disudutkan oleh stasiun TV swasta telah melakukan fitnah. Pasalnya dalam salah satu tayangannya pada 3 Januari 2016 lalu pukul 15.55 Wib, Metro TV menyebut Wahdah Islamiyah dibawah pimpinan Zaitun Rasmin merupakan salah satu ormas yang menjadi jaringan terorismedi Indonesia. “Karena itu WI menuntut MetroTV meminta maaf selama tiga hari sejak konperensi pers ini,” kata Zaitun Rasmin.
Menurut Rasmin, pihaknya merasa sangat terpukul dengan pemberitaan yang dilakukan Metro TV saat stasiun televisi milik Surya paloh tersebut memberitakan bahwa Wahdah Islamiyah (WI) adalah satu dari sekian organisasi yang menjadi organisasi teroris di Indonesia. Untuk itu, pihaknya siap melaporkan pemberitaan ini kepada kepolisian maupun dewan pers. “Kami akan mencari cara yang terbaik. Apakah itu melakukan laporan ke kepolisian langsung, atau dewan pers maupun komisi penyiaran Indonesia. Pokoknya kita sesegera mungkin melapor,” ujarnya.














