AdapunĀ Liquidity Coverage RatioĀ (LCR) berada di level 204,77 persen.
Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPLĀ grossĀ sebesar 2,17 persen (Februari 2025: 2,22 persen) dan NPLĀ netĀ 0,80 persen (Februari 2025: 0,81 persen).
Loan at RiskĀ (LaR) juga relatif stabil, tercatat 9,86 persen (Februari 2025: 9,77 persen).
Meskipun meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, namun rasio NPLĀ grossĀ dan LaR menurun dibandingkan posisi Maret 2024 yang masing-masing sebesar 2,25 persen dan 13,94 persen.
Rasio LaR tersebut juga sudah di bawah level sebelum pandemi yaitu sebesar 9,93 persen pada Desember 2019.
Ketahanan perbankan juga tetap kuat tercermin dari permodalan (CAR) yang berada di level tinggi sebesar 25,43 persen (Februari 2025: 26,95 persen), menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global.
Untuk porsi kreditĀ Buy NowĀ Pay LaterĀ (BNPL) perbankan tercatat 0,29 persen, namun terus mencatatkan pertumbuhan yang tinggi secara tahunan.
Per Maret 2025, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh 32,18Ā persenĀ yoyĀ (Februari 2025: 36,60 persenĀ yoy) menjadi Rp22,78 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 24,59 juta (Februari 2025: 23,66 juta).














