JAKARTA-Pemerintah diminta membuat terobosan baru guna mengatasi kondisi keuangan maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang dinilai sejumlah pihak dalam keadaan mencemaskan. “Kami prihatin dengan kondisi Garuda Indonesia saat ini. Padahal dari segi pelayanan dan rute penerbangan sudah lebih baik. Ke depan perlu terobosan baru dan komitmen pemerintah untuk menyelamatkan Garuda,” kata Ketua Badan Pengurus Pusat HIPMI Bidang BUMN, Ian Fachri, di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, PT Garuda Indonesia pada saat ini sudah tidak seperti dulu dengan ketepatan waktu keberangkatan penerbangan dan pelayanan terhadap konsumen juga sudah jauh lebih baik.
Ian juga menaruh harapannya kepada direktur utama baru PT Garuda Indonesia yang mantan bankir juga agar dapat membangkitkan kembali ekonomi maskapai penerbangan nasional itu. “Memang dibutuhkan orang- orang profesional yang tidak punya intrik, dan fokus membangun perusahaan,” kata dia.
Sebelumnya, Maskapai Garuda Indonesia mengalami kerugian sebesar 99,1 juta dolar AS dalam Kuartal I 2017 atau anjlok 11.969 persen dari periode sama 2016.
Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury dalam paparan kinerja keuangan Kuartal I 2017 di Jakarta, Jumat menjelaskan bahwa kerugian tersebut disebabkan sejumlah faktor, di antaranya biaya operasi yang naik 21,3 persen, terutama bahan bakar yang melonjak 54 persen dari 189,8 juta dolar AS pada Kuartal I 2016 menjadi 292,3 juta dolar AS dalam periode sama 2017. “Penyebab net loss (rugi bersih) 99,1 juta dolar AS karena dalam satu tahun kemarin peningkatan pengeluaran untuk bahan bakar,” katanya.













