JAKARTA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyatakan apresiasinya terhadap langkah pemerintah yang baru saja meluncurkan 8 Program Paket Kebijakan Ekonomi 2025.
Kebijakan tersebut dipandang sebagai respons cepat dalam memperkuat daya tahan ekonomi nasional sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi UMKM, generasi muda, serta sektor riil untuk berkembang.
Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, Dr. Anggawira, menegaskan bahwa paket kebijakan ini memberi harapan baru bagi dunia usaha di tengah dinamika global dan tantangan perlambatan ekonomi.
Menurutnya, beberapa program yang diluncurkan mampu menjawab kebutuhan mendesak pelaku usaha muda maupun UMKM.
Program magang fresh graduate dengan skema link-and-match industri misalnya, dinilai efektif mengurangi angka pengangguran terdidik sekaligus menutup kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Di sektor pariwisata dan F&B, insentif berupa keringanan pajak diyakini akan mendongkrak konsumsi domestik serta memperkuat daya saing.
Pemerintah juga memberikan bantuan pangan dan perlindungan sosial bagi pekerja bukan penerima upah, termasuk para driver online, yang menurut HIPMI menunjukkan keberpihakan pada kelompok rentan.
Tak hanya itu, deregulasi serta integrasi RDTR digital ke dalam OSS dipandang sebagai langkah penting untuk mempercepat investasi dan mempermudah pengusaha muda memulai maupun mengembangkan usaha.















