Dukungan untuk UMKM dan gig economy di era digital juga dianggap sangat relevan agar pengusaha muda mampu bersaing, baik di pasar lokal maupun global.
Meski menyambut baik program tersebut, HIPMI tetap menekankan bahwa kunci keberhasilan terletak pada implementasi di lapangan.
Diperlukan koordinasi erat antara pemerintah pusat dan daerah agar program berjalan konsisten.
Pendampingan serta edukasi kepada UMKM dan pekerja digital juga harus diperkuat supaya fasilitas yang disediakan dapat dimanfaatkan secara optimal.
HIPMI juga mendorong adanya evaluasi berkala serta komunikasi terbuka dengan pelaku usaha guna mengantisipasi berbagai hambatan.
Selain itu, manfaat kebijakan perlu dirasakan secara merata, tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar tetapi juga menjangkau daerah-daerah.
Sebagai mitra strategis pemerintah, HIPMI menegaskan komitmennya untuk ikut mengawal implementasi kebijakan ini.
Organisasi pengusaha muda tersebut siap menghadirkan masukan dari dunia usaha, memperkuat ekosistem kewirausahaan, serta mendorong agar kebijakan ini menjadi katalis pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. “
Kami berharap kebijakan ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu mendorong transformasi ekonomi yang lebih produktif, inovatif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” tutup Anggawira.















