Vassilis menjelaskan, saat ini, industri tembakau masih menghadapi tantangan-tantangan utama dengan kenaikan tarif cukai dua-digit yang signifikan di atas tingkat inflasi, kesenjangan cukai yang semakin besar antara segmen Volume Golongan 1 dan segmen di bawah volume Golongan 1 yang dikenakan cukai lebih rendah, serta meningkatnya peredaran rokok ilegal.
Secara keseluruhan, volume industri rokok nasional mengalami penurunan sebesar 4% dibandingkan 2022.
Meskipun dalam kondisi yang penuh tantangan, penjualan bersih Sampoerna meningkat sebesar 4,3% menjadi Rp116 triliun, meskipun profitabilitas masih jauh di bawah tingkat sebelum pandemi.














