“Sebenarnya tujuan pembentukan super holding lebih kepada efisiensi yakni memperbesar economies of scale,” ujarnya.
Dengan menjadikan Pelindo I, II, III dan IV di bawah sebuah holding company, maka average cost untuk sektor usaha yang sama disebar ke unit usaha yang jumlahnya lebih banyak.
“Costing dan financing aset perusahaan-perusahaan BUMN bidang layanan transportasi laut pun bisa lebih efisien,” papar Rosdiana lagi.
Demikian pula dengan pembiayaan investasi, lanjut perempuan yang juga Alumbus Flinders University, Australia dalam bidang Kebijakan Publik, bisa lebih efisien.
Pembentukan super holding seharusnya akan menciptakan independensi manajerial untuk BUMN dan mengurangi campur tangan kepentingan politik di BUMN Kepelabuhanan.
Sudah bukan cerita baru bahwa BUMN seringkali mendapatkan “beban” tambahan untuk kepentingan politik ataupun dari program-program sosial pemerintah yang diminta didukung oleh BUMN. INi artinya, BUMN memiliki tambahah tugas menjalan fungsi social.
“Mencapai efisiensi sambil menjalankan berbagai aktivitas sosial akan menganggu, terutama kinerja keuangan, dari BUMN,” pungkasnya. ***eko













