JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) pada perdagangan di akhir pekan ini berpotensi lanjut terkoreksi, setelah kemarin ditutup melemah 0,26 persen ke level 6.647.
Pelemahan IHSG di perdagangan Kamis (13/3) dipengaruhi penurunan harga pada 322 saham, sedangkan 287 saham tercatat menurun dan ada 189 saham yang tidak mengalami perubahan harga.
Nilai transaksi kemarin hanya Rp8,85 triliun atau menurun dibandingkan sehari sebelumnya Rp9,87 triliun.
Berdasarkan analisis organisasi research and trading saham, WH Project, transaksi yang sepi di perdagangan kemarin menunjukkan adanya aksi wait and see.
Secara teknikal, IHSG mulai rebound dengan pola yang lebih menjanjikan, yaitu inverted head and shoulders dengan neckline pada level 6.900.
“Kami memproyeksikan, hari ini IHSG berpotensi untuk bergerak melemah, dengan range pergerakan di level 6.595 dan 6.700,” kata analis WH Project, William Hartanto dalam riset harian untuk perdagangan Jumat (14/3).
Dia menyebutkan, aksi wait and see para pelaku pasar sedang mencermati level 6.700 di tengah pergerakan IHSG yang belum cukup mampu untuk melanjutkan penguatan.
“Sentimen eksternal memegang peran dibalik aksi wait and see ini, karena adanya aturan tarif Presiden Donald Trump dan potensi resesi AS,” ujarnya.














