JAKARTA – Pada perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif dalam kecenderungan menurun, setelah kemarin ditutup terkoreksi 0,67 persen ke level 7.890.
Pelemahan IHSG di perdagangan Kamis (21/8) dipengaruhi penurunan harga pada 283 saham, sedangkan sebanyak 366 saham terpantau menguat dan 152 saham stagnan.
Nilai transaksi tercatat Rp17,01 triliun atau menurun dibandingkan sehari sebelumnya Rp20,2 triliun.
Berdasarkan analisis yang dilakukan Tim Riset CGS International Sekuritas Indonesia, pelemahan tiga indeks utama di Wall Street akan menjadi sentimen negatif bagi IHSG.
Kemarin, Dow Jones ditutup melemah 0,34 persen, S&P 500 terkoreksi 0,4 persen dan Nasdaq menurun 0,34 persen.
“IHSG diprediksi bergerak variatif dalam kecenderungan melemah, dengan level support di posisi 7.830 dan 7770, sedangkan resistance-nya di level 7.950 dan 8.015,” tulis Tim Riset CGS International Sekuritas dalam analisis harian untuk perdagangan Jumat (22/8).
Tim riset menyebutkan bahwa pergerakan IHSG di akhir pekan ini akan mendapatkan tambahan sentimen negatif dari penurunan harga pada sebagian besar komoditas unggulan di perdagangan kemarin, emas, batubara, minyak sawit mentah (CPO), timah, nikel hingga bubur kertas.













