JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku akan mempertahankan serangkaian kebijakan berupa stimulus yang merespons dampak Covid-19, sejalan dengan upaya menjaga keberlangsungan aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara teratur, wajar dan efisien.
“Terkait kebijakan di pasar modal. Kami melihat bahwa pasar modal belum pulih. Kemarin (3/8), indeks (Indeks Harga Saham Gabungan) kembali tertekan ke 5.006, padahal sebelumnya indeks sudah ke level 6.000,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso saat konferensi pers “Perkembangan Kebijakan dan Kondisi Terkini Sektor Jasa Keuangan” di Jakarta, Selasa (4/8).
Wimboh mengungkapkan, tren penurunan IHSG ke level terendah pada Maret 2020 mendapat respons dari OJK dengan mengeluarkan sejumlah stimulus untuk menjaga volatilitas di market.
“Indeks turun drastis di Maret, tetapi mulai kembali membaik, meski di awal Agustus ini (3/8) turun lagi ke 5.006,” ucapnya.
Wimboh mengatakan, pembalikan arah melemah pada pergerakan IHSG di awal bulan ini dipengaruhi oleh sentimen negatif dari global mengenai kondisi resesi di berbagai negara, terutama Eropa.
“Sebelumnya, sentimen positif sudah terjadi di pasar modal Indonesia dan ditopang pula oleh kekuatan investor ritel domestik,” ucapnya.














