TANGERANG – Pemanfaatan biomassa sebagai campuran batubara dalam skema co-firing PLTU dinilai semakin strategis dalam mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) nasional.
Hal ini menjadi fokus dalam kunjungan lapangan (field trip) Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) ke PLTU Lontar, Banten, Jumat (29/8), untuk melihat langsung implementasi co-firing biomassa.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen ASPEBINDO dalam mendorong percepatan transisi energi dan pemanfaatan energi bersih di sektor pembangkitan.
Komisaris PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sekaligus Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, menegaskan pentingnya kolaborasi antara PLN dan pelaku usaha untuk memastikan keberlanjutan pasokan biomassa.
“Rencana pemenuhan pasokan energi biomassa untuk kebutuhan PLTU memerlukan kerjasama yang baik antara pelaku usaha dan PLN agar pemenuhan pasokan dapat mencapai target yang telah ditentukan,” ujar Anggawira.
Lebih lanjut, Anggawira mengungkapkan bahwa PLN EPI telah memulai penyediaan biomassa secara aktif sejak tahun 2023 dan terus meningkatkan konsumsi co-firing biomassa secara signifikan.
“Sepanjang 2025, konsumsi biomassa untuk co-firing telah menembus angka lebih dari 3 juta ton. Upaya ini berhasil mereduksi emisi dari sektor ketenagalistrikan sebesar lebih dari 3,316 juta ton COâ‚‚e,” tambahnya”















