Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumut mencatat sedikitnya 1.902 keluarga terdampak di tujuh kecamatan, yaitu Kolang, Sarudik, Pandan, Lumut, Barus, dan Tukka. Jumlah ini masih bersifat sementara karena proses asesmen terus dilakukan di lapangan.
Di tengah situasi kritis, saat listrik padam dan sejumlah wilayah terisolasi, Satuan Brimob Polda Sumut mengirim dua unit SAR dari Batalyon C Tapanuli Selatan pada Selasa pagi.
Komandan Satuan, Kombes Pol Rantau Isnur Eka, langsung menginstruksikan peningkatan kewaspadaan dan percepatan operasi penyelamatan.
Namun perjalanan menuju area terdampak tidak mudah. Jalur ke Sipirok tertutup longsor besar, sementara akses ke Sibolga juga terhalang material tanah dan batu di beberapa titik.
Curah hujan yang masih tinggi memperburuk kondisi dan menghambat komunikasi tim penyelamat.
Meski demikian, Brimob bersama BPBD, Basarnas, dan pemerintah daerah tetap bergerak membuka jalur, mengevakuasi warga, serta menyalurkan bantuan darurat. Kehadiran tim gabungan ini memberikan secercah harapan bagi warga yang masih bertahan di tengah bencana.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi cuaca ekstrem di sepanjang pantai barat Sumatera Utara hingga Desember 2025. Peringatan tersebut kini terbukti, dan Tapteng–Sibolga menjadi wilayah yang merasakan dampaknya secara langsung.













