Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Ahmad Bahtiar mengatakan, program transmigrasi tidak hanya untuk memindahkan penduduk ke daerah tujuan tetapi juga sebagai perekat NKRI. “Saya berharap kepada para transmigran untuk dapat mengembangkan potensinya dan sukses di tempat transmigrasi nantinya, sehingga tidak perlu lagi untuk kembali ke daerah asal,” terangnya.
Sejalan dengan hal itu, Ketua Umum Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI), Sugiarto Sumas mengatakan bahwa ziarah ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pioner ketransmigrasian yang telah gugur dalam perjuangan mereka untuk bertransmigrasi. Dia berharap para transmigran dan anak transmigran yang berhasil di daerah tujuan dapat mengunjungi monumen pioner transmigrasi untuk ikut mengirimkan doa.
“Saya mengapresiasi Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi yang melaksanakan kegiatan-kegiatan di Hari Bhakti Transmigrasi ke-68. Kami dari PATRI melakukan kegiatan-kegiatan salah satunya adalah membentuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di beberapa daerah di Indonesia dan pada tanggal 12 Desember 2018, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PATRI akan meluncurkan registrasi anak transmigran secara online agar dapat diinventarisir potensi-potensi para transmigran,” terangnya.














