Dia juga meminta agar Pemerintah secara tegas mengecam tindakan provokatif tersebut secara resmi, dengan mengirimkan nota peringatan kepada semua negara tersebut.
“Bahkan jika perlu, para Duta Besar negara itu dipanggil oleh Presiden untuk menjelaskan pernyataan tersebut,” kata Priyo.
Ia bahkan menduga, ada misi politik terselubung dibalik pernyataan provokatif tersebut agar PBB melihat buruk lalu mendukung kemerdekaan Papua Barat seperti yang diinginkan beberapa negara yang menginginkan hal itu terjadi.
Atas hal itu, Priyo mengingatkan agar keamanan di perbatasan Papua Barat semakin ditingkatkan.
“Lagipula, menurut wakil Indonesia di PBB saat itu, Nara Masista Rakhmatia, tak ada agenda pembahasan mengenai Papua Barat karena saat itu agenda yang dibahas adalah soal tujuan pembangunan berkelanjutan dan respon global terhadap perubahan iklim. Patut dipertanyakan, apa motivasi mereka memunculkan masalah Papua Barat dalam forum tersebut,” jelas Priyo.
Laporan itu kata Priyo, jelas bermotif politik yang dirancang untuk mendukung kelompok-kelompok separatis di provinsi tersebut (Papua Barat dan Papua) yang telah secara konsisten terlibat dalam menghasut kekacauan publik dan melakukan serangan teroris bersenjata.















