Karena itu dia meminta, agar peristiwa ini harus ditangani dengan cepat dan cermat, jama’ah yang menjadi korban segera diterbangkan kembali ketanah air. Selain itu juga, pengelola haji harus menginventarisasi agen/travel haji, mengenai bagaimana keabsahan kelembagaanya, infrastrukturnya, bagaimana mekanisme kerja mereka. “Para agen/travel haji haruslah didampingi, dimonitor, diawasi, dan dievaluasi. Agen/travel yang melanggar harus didiskualifikasi,” ujar Jafar.
Ia juga menekankan, Pemerintah seyogyanya berusaha agar Kuota haji Indonesia ditambah melihat Indonesia merupakan Negara muslim terbesar di dunia.
Tidak hanya itu, menurutnya warga Indonesia yang menyelenggarakan ibadah haji terkenal tertib, patuh, dan sangat jarang menimbulkan permasalahan saat ibadah haji berlangsung. “Oleh karena itu lobby tingkat tinggi Negara sangat diperlukan. jika semua ini dapat dipenuhi, penampilan penyelenggaraan haji Indonesia akan berjalan lancar dan Indonesia dapat menjadi teladan bagi bangsa lain di dunia,” pungkasnya.















