Karena itu, Jafar berharap upaya rehabilitasi hulu Sungai Cimanuk harus segera dilakukan juga paska penanganan bencana banjir saat ini agar kejadian serupa tak terjadi lagi.
“Jangan sampai, karena kerakusan manusia dalam mengeksploitasi alam meniadakan nilai-nilai kelestarian alam sehingga menimbulkan bencana yang merusak alam dan kehidupan manusia,” pungkas Jafar.
Seperti diketahui, banjir bandang menerjang daerah Bayongbong, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Karangpawitan, Kabupaten Garut, pada Rabu (21/9) pukul 01.00 WIB.
Banjir terjadi akibat hujan deras sejak Selasa malam, yang menyebabkan air di Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri meluap. Ketinggian banjir mencapai ketinggian 1,5 meter hingga 2 meter dan memakan korban belasan jiwa meninggal dan puluhan lainnya dinyatakan hilang















