Hal lain menurut Jimly, pemerintah mempunyai tantangan besar ke depan jika Santoso tewas. Pemerintah diharapkan mengedepankan sikap menjauhkan orang dari aksi kekerasan ketimbang penindakan untuk urusan penanggulangan terorisme. “Karena itu, butuh tindakan pemerataan pembangunan yang berkeadilan di Indonesia serta peningkatan kesejahteraan di masyarakat agar mereka tak mudah masuk dalam pusaran terorisme,” kata Jimly.
Karenanya, ICMI dengan berbagai program pengembangan ekonomi kerakyatan siap untuk mendegradasi radikalisasi ditengah masyarakat dengan kerja nyata. “Kita ada program Desa Emas, Toko ICMI, Koperasi ICMI, Sekolah Interpreneur dan lainnya yang segera digulirkan ke masyarakat. ICMI berharap, semua program itu akan membantu meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengurangi kesenjangan yang terjadi akibat pembangunan yang belum merata,” ujar Jimly.
Terkait dengan kerja Satgas Tinombala, ICMI memandang Satgas Tinombala ini patut mendapat penghargaan dari pemerintah atas upaya yang telah dilakukan. Sebab secara umum diketahui, Santoso sudah menjadi buronan bertahun-tahun oleh Polisi karena tindakan teror yang dilakukannya.
Selama berbulan-bulan ini Satgas Tinombala juga telah berupaya kerasa untuk mengejar dan menangkap Santoso beserta pengikutnya”Untuk itu pemerintah harus memberikan penghargaan atas upaya itu. Kalau itu berhasil, artinya kita bisa selesaikan masalah di Poso,” kata Jimly.















