“Dalam neraca pada publikasi IEA Agustus 2015, selama semester II 2015, dunia masih akan mengalami over supply hingga 1,4 juta barel per hari dengan asumsi rata-rata produksi OPEC sebesar 31,7 juta barel per hari dan belum memperhitungkan proyeksi kenaikan produksi Iran pasca penghapusan sanksi,” tuturnya.
Menurut laporan mingguan EIA, tingkat stok distillate fuel oil Amerika Serikat akhir bulan Agustus 2015 lebih tinggi 5 juta barel dibandingkan dengan stok pada akhir bulanJuli 2015.
Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi antara lain oleh penurunan indikator perekonomian Cina dan penurunan signifikan pada harga saham Cina (Indeks CSI 300) dan potensi penurunan perekonomian negara Asia lainnya akibat efek dari devaluasi Yuan yang dilakukan oleh Pemerintah Cina.
“Faktor lainnya, proyeksi produksi minyak Cina 2015 direvisi naik 30 ribu barel per hari pada publikasi OPEC Agustus 2015 dibandingkan publikasi OPEC Juli 2015 dan peningkatan stok minyak mentah Cina di bulan Juli 2015 sebesar 1,05% dibandingkan Juni 2015,” kata Tim Harga Minyak.
Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Agustus 2015 yaitu WTI (Nymex) mencapai US$ 42,89 per barel, turun sebesar US$ 8,04 per barel dari US$ 50,93 per barel pada Juli 2015.















