“Tentu ini sulit, sementara rakyat membutuhkan kepastian untuk vaksinasi. Kalau kita menunggu Vaksin Merah Putih juga terlalu lama,” tambahnya.
Daeng setuju vaksinasi untuk rakyat kecil diberikan secara gratis. Karena itu sangat membantu. Artinya bagi kalangan yang mampu tentu harus vaksinasi secara mandiri.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR Intan Fauzi menegaskan pemerintah menargetkan akan memberi vaksinasi sekitar 107 juta penduduk.
Dengan perincian 30% itu vaksinasi gratis, 70% vaksinasi mandiri.
“Jadi yang mendapat prioritas itu, termasuk tenaga kesehatan, penerima manfaat BPJS PBI, tenaga guru, dan TNI/Polri,” terangnya.
Yang menjadi tantangan sekarang ini, kata Intan lagi, produksi hingga distribusi vaksin Covid-19 ini sampai ke daerah. Karena memerlukan sarana dan prasarana infrastruktur yang lengkap.
“Logistik ini menjadi sangat penting, agar barang ini bisa sampai secara merata ke lokasi fasilitas kesehatan,” tambah anggota Fraksi PAN.
Legislator dari Dapil Jabar VI ini menjelaskan tantangan lainnya, untuk menyebarkan vaksin ini secara merata menggunakan alat apa. Ditambah lagi, soal harga vaksin yang berbeda-beda merknya dan koordinasi lintas kementerian.
Yang jelas, Wakil Ketua MPR RI Sjarifuddin Hasan mendorong Vaksin Merah Putih yang diproduksi Indonesia seharusnya menjadi prioritas untuk vaksinasi pandemi covid-19.















